Minggu, 08 September 2019

Ragam Gerak Tari Dolalak dan Tari Gambir Anom

Ragam Gerak Tari Gambir Anom
A. Gerakan Tangan
1. Menthang 
Menthang adalah meluruskan tangan kesamping.



2. Panggel
Panggel adalah mengadu pangkal kedua pergelangan tangan.

3. Nyekithing 
Nyekithing adalah ujung jari tengah berhimpitan dengan ibu jari membentuk lingkaran.



4. Ukel 
Ukel adalah gerakan memutar pergelangan tangan




  • Ukel Karno 

Ukel Karno adalah gerakan memutar pergelangan tangan disamping telinga.



  • Ukel Pakis 

Ukel Pakis adalah gerakan memutar pergelangan tengan di depan perut.

5. Trap Jamang 
Trap Jamang adalah gerakan salah satu jari tangan nyekithing di samping telinga sedangkan lainnya jari merapat dan lurus di depan kening dengan posisi tangan menghadap ke bawah.



6. Ulap-ulap
Ulap-ulap adalah menggerakan jari-jari tangan diatas kepala.



7. Kebyok 
Kebyok adalah gerakan mengentakkan sampur ke arah dalam sehingga melilit di lengan namun ujung sampur tetap dipegang.




8. Kebyak 
Kebyak adalah gerakan mengentakkan sampur dari posisi kebyok ke arah luar, ujung sampur tetap dipegang.



9. Seblak Sampur 
Seblak Sampur adalah gerakan tangan memegang pangkal smpur dari arah dalam kemudian mengurutkannya menuju ujung sampur sambil diluruskan kesamping sejajr dengan lambung.


10. Tawing-taweng 
Tawing-taweng adalah gerakan salah satu tangan disamping telinga dengan jari tangan lurus dan rapat menghadap kebawah dan ibu jari menghadap keatas. 


B. Gerakan Kaki 

1. Jengkeng
Jengkeng yaitu dengan posisi kaki kanan diduduki dan kaki kiri dibuk sebar bahu dengan badan tegak.


2. Debeg 
Debeg yaitu menghentakkan ujung telapak kaki dengan tumpuan pada tumit.


3.  Gejug 
Gejug menjatuhkan ujung jari kaki ke belakang.


4. Kengser
Kengser yaitu bergerak kekiri dan kekanan dengan hanya menggeser kedua telapak kaki secara bergantian antara ujung kaki dan tumit.


5. Srisig
Srisig adalah lari keil dengan berjinjit.


6. Tanjak 
Tanjak yaitu berdiri diam dengan kaki kanan serong kekanan didepan kaki kiri tumit kaki kanan sejajar ibu jari kaki kiri dengan jarak satu genggam tangan dan jari kaki kanan mencuat keatas.


7. Napak
Napak adalah sikap saat melangkah.

8. Ledhang 
Ledhang yaitu gerakan tangan melambai seperti orang berjalan.

9.  Trecet
Trecet yaitu bergerak kekiri atau kekanan dengan posisi kaki tanjak, lutut ditekuk, dan telapak kaki jinjit lalu geser.

10. Mendhak
Mendhak adalah sikap berdiri dengan kedua lutut ditekuk sesuai dengan posisi telapak kaki.


11. Lumaksono
Lumaksono yaitu gerak kaki seperti orang berjalan.

12. Laku Telu
Laku Telu yaitu gerak kaki seperti lumaksono, namun dilakukan tiga langkah lalu esut.

13. Besut
Besut yaitu gerakan menarik kaki kanan dengan posisi semulanya kaki kanan terbuka selebar bahu dan serong kekanan sejajar kaki kiri.

14. Lilingan 
 Lilingan adalah gerakan seperti lumaksono namun arahnya memutar atau seperti mengelilingi.

15. Nggroda 
Nggroda yaitu gerakan siku ditekuk dengan pergelangan tangan menghadap badan.

16. Nyemprit 
Nyemprit adalah posisi ibu jari bertemu dengan ujung jari telunjuk.

17. Ledhang 
Ledhang yaitu gerakan tangan melambai seperti orang berjalan.



C. Gerakan Badan
1. Sembahan 
Sembahan adalah gerakan yang bertujuan memberikan salam kepada orang yang menyaksikannya.


2. Hoyog 
Hoyog yaitu gerakan badan yang dicondongkan kesamping kanan atau kiri dan kedua lutut sedikit ditekuk.

3. Entrag 
Entrag adalah mengentakkan badan kebawah berkali-kal seolah mengeper.

4.  Kawilang Ogek 
Kawilang Ogek lambung adalah gerakan yang menggerakkan perut kekanan dan kekiri.






Tari Dolalak 


Ragam Gerakan Tari Dolalak 
A. Gerakan Leher
1. Tolehan
Tolehan adalah menggerakan leher dengan memindahkan pandangan dengan dagu menurut arah hadap wajah. 


2. Coklekan 
Coklekan adalah gerak tekukan kepala ke samping kiri atau kanan. 


B. Gerakan Bahu
1. Kirig 
Kirig adalah gerakan bahu yang cepat pada saat tertentu. 

2. Kedher

C. Gerakan Tubuh/Badan 
1. Leyek (Condong)
Lèyèk (condong) adalah gerakan berdiri dengan kedua kaki saling berdekatan, berat tubuh dialihkan ke satu kaki, sehingga tubuh condong ke satu sisi. Kepala berpaling ke sisi yang sama. Ketika berdiri dalam tanjak, posisi kaki disesuaikan. Jika tubuh condong ke sisi kiri, kaki berubah ke tanjak kanan, dan sebaliknya.


2. Kawilang Ogek
Kawilang Ogek lambung adalah gerakan yang menggerakkan perut kekanan dan kekiri.


2. Etrag
Entrag adalah mengentakkan badan kebawah berkali-kal seolah mengeper.


D. Gerakan Tangan
1. Ngruji
Ngruji adalah semua jari tangan rapat dan tegak lurus, ibu jari ditekuk merapat telapak tangan, tangan kiri dan kanan sama. 


2. Taweng
Taweng yaitu posisi tangan ngrayung yang terletak di depan pundak. Posisi ini ada 2, yakni taweng kanan dilakukan tangan kanan yang diletakan pada pundak kiri. sebaliknya taweng kiri dilakukan tangan kiri diletakan pada pundak kanan. 

3. Malangkerik
Malangkerik adalah gerakan menempatkan kedua tangan di pinggang (tangan menekuk). 



4. Ukel
Ukel adalah gerakan memutar pergelangan tangan.

  • Ukel Karno
Ukel Karno adalah gerakan memutar pergelangan tangan disamping telinga.

5. Seblak Sampur 
Seblak Sampur adalah gerakan tangan memegang pangkal smpur dari arah dalam kemudian mengurutkannya menuju ujung sampur sambil diluruskan kesamping sejajr dengan lambung.


6. Siak 
Siak adalah gerakan tangan kiri seblak sampur, tangan kanan seblak ke kanan. kemudian tangan kanan lurus ke samping, tangan kiri mengepal di trap centhik, kaki kiri napak, kaki kanan jinjit. kemudian tanjak kanan. 

7. Nyekithing 
Nyekithing adalah ujung jari tengah berhimpitan dengan ibu jari membentuk lingkaran.


E. Gerakan Kaki
1. Adeg
Adeg yaitu sikap berdiri atau dasar sikap menari. Posisi badan tegak dan kedua lutut ditekuk membuka ke samping. 

2. Tanjak
Tanjak yaitu berdiri diam dengan kaki kanan serong kekanan didepan kaki kiri tumit kaki kanan sejajar ibu jari kaki kiri dengan jarak satu genggam tangan dan jai kaki kanan mencuat keatas.


3. Hoyog
Hoyog yaitu gerakan badan yang dicondongkan kesamping kanan atau kiri dan kedua lutut sedikit ditekuk.

4. Gejug
Gejug menjatuhkan ujung jari kaki ke belakang.


5. Jinjit
Jinjit yaitu berdiri dengan menggunakan ujung telapak kaki bagian depan. 

6. Ngetol
Ngetol yaitu gerakan berjalan mendhak sambil menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri. 

7. Pencik
Pencik yaitu gerakan ke samping kanan atau kiri dengan pose kaki kanan jinjit dan kaki kiri napak. 

8. Jengkeng
Jengkeng yaitu dengan posisi kaki kanan diduduki dan kaki kiri dibuk sebar bahu dengan badan tegak.


9. Mendhak
Mendhak yaitu bentuk dasar kaki paling dominan, yakni posisi lutut ditekuk (merendah). Posisi ini dilakukan selama menari. 


10. Debeg 
Debeg adalah menghentakan telapak kaki bagian depan. Debeg kanan yang dihetakan kaki kanan, sedangkan debeg kiri yang dihentakkan kaki kiri. Setiap gerakan debeg diikuti dengan gejug. 

Minggu, 25 Agustus 2019

JENIS JENIS TARI

JENIS JENIS TARI
X MIPA 5 MUFID HIDAYATULLAH

1. Tari Berdasarkan Jumlah Penarinya

Tari menurut jumlah penarinya dibedakan menjadi:
  • Tari tunggal (solo)
    Sebuah tari seni yang dibawakan oleh satu orang penari. Baik itu penari laki-laki maupun perempuan. Contoh : Tari Gatotkaca asal Jawa Tengah.
  • Tari berpasangan (duet)
    Sebuah tari seni yang dibawakan oleh dua orang penari. Baik itu penari laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, ataupun campur laki-laki perempuan. Contoh : Tari Topeng asal Jawa Barat.
  • Tari berkelompok (group)
    Sebuah tari seni yang dibawakan oleh banyak orang atau berkelompok. Penari biasanya lebih dari dua orang. Baik dilakukan dengan laki-laki semua, perempuan semua, ataupun campur laki-laki dan perempuan. Contoh : Tari Saman asal Aceh.






2. Tari Berdasarkan Genre/Aliranya

Seni tari juga dibedakan berdasarkan genre atau alirannya. Dalam hal ini mencangkum aliran  gerakan tarian itu sendiri dan variasi musik yang dibawakan. Aliran seni tersebut dapat dikelompokan menjadi lima kategori.
  •  Tari tradisional

Seni tari tradisional yaitu tarian yang diwariskan dari masa ke masa sejak zaman dahulu, yang dilestarikan lalu menjadi budaya di sebuah daerah. Dalam tarian tersebut terdapat nilai, filosofi, simbol dan unsur religius.Tari tradisional biasanya tidak berubah dari masa ke masa. Dari segi pakaian tari, rias, kostum, dan tarian itu sendiri. Karena tarian seperti ini biasanya salah satu tujuannya adalah agar tetap terjaga dan tidak hilang dimakan zaman.
ini-gambar-tari-tradisional

  • Tari tradisional klasik
Tari ini merupakan tarian tradisional yang dikembangkan oleh kalangan bangsawan istana atau keraton saja. Dikatakan bahwa tarian ini tidak boleh diganti gerakannya, pun juga semua jenis tari tradisional memang tidak bisa diganti gerakannya.
Jika tarian tersebut diganti atau hanya sekedar ditambah, yang isi tarian tersebut adalah budaya kerajaan, maka hanya akan merusak nilai sebuah tarian itu sendiri. Walaupun zaman sudah berganti puluhan tahun, atau bahkan ratusan tahun. Tarian itu tidak boleh diotak-atik.
Ciri seni tarian tradisional klasik adalah tarian yang bernuansa anggun dan berwibawa, juga jubah dan aksesoris mewah yang dikenakan oleh para penari.
Biasanya tarian ini diadakan untuk menyambut sebuah tamu kehormatan dan berkebangsaan.
Contoh dari tarian ini adalah Tari Bedhaya Srimpi asal Jawa Tengah dan Tari Sang Hyang asal Bali.
  • Tari tradisional kerakyatan
Kebalikan dari tari tradisional klasik, tari tradisional kerakyatan justru dikembangkan dari masyarakat kaum bawah atau rakyat biasa.
Berbeda dengan tradisional klasik, tarian yang satu ini gerakannya tidak terlalu baku. Bahkan bisa di satu padukan dengan gerakan baru yang lebih menarik. Karena tarian ini tidak harus memilki syarat yang berbelit untuk melakukannya. Dari segi gerakan maupun penampilan.
Tari tradisional kerakyatan biasanya di laksanakan atau di adakan dalam bentuk upacara perayaan dan sebagai tari pergaulan.
Contoh dari tarian ini adalah Tari Jaipong asal Jawa Barat dan Tari Lilin asal Sumatra Barat.



inspiratorfreak.com

2. Tari kreasi baru

Tari kreasi baru adalah sebuah tarian yang dikembangkan oleh seorang koreaografer atau juga disebut penata tari.
Seni gerakan yang ditampilkan juga sudah jauh dari kaku. Gerakan yang ditampilkan bersifat bebas, tapi masih tetap dalam kaidah gerakan tari yang estetis dan indah.
Riasan dan iringan musik dalam tari kreasi baru juga sangat beragam. Tergantung dengan tema dan tujuan yang ingin dibawakan oleh penari tersebut.
Tari kreasi baru dibagi menjadi dua bagian. Yaitu tari kreasi baru pola tradisi dan tari kreasi baru pola non tradisi.
  • Tari kreasi baru pola tradisi
    Tari seni ini menggunakan sentuhan unsur tradisional. Baik itu gerakannya, rias dan kostum, iramanya. Ada nilai-nilai tradisi yang dibawakan dalam tarian jenis ini. contohnya Tari Kupu-Kupu,Tari Merak,Tari Roro Ngigel,Tari Ongkek Manis
  • Tari kreasi baru pola non tradisi
    Sebaliknya, tarian ini adalah tarian yang tidak menggunakan sama sekali unsur tradisional dalam tariannya. Baik itu gerakannya, rias dan kostum, iramanya. Dari sini kita bisa mengartikan bahwa tarian ini adalah tarian modern. contohnya Caca, Break Dance, Penari Latar

3. Tari kontemporer

Tarian jenis ini memupakan sebuah tarian yang mengunakan gerakan-gerakan yang beresifat simbolik, unik dan mengandung pesan tertentu didalamnya.
Irama musik yang digunakan juga tidak biasa, cukup dibilang unik. Mulai dari musik sederhana, orkestra, sampai musik flutyloops yang diambil dari teknologi musik digital.
Riasan wajah dan kostum dari tarian ini juga terbilang aneh sesuai dengan tema yang dibawakan.
Terbilang aneh, mungkin karena tarian ini yang biasanya membawakan sebuah gerakan berbentuk mengenang sebuah perjuangan seorang tokoh, atau kejadian, atau juga hari tertentu yang mana meninggalkan cerita khusus.

3. Jenis Tari Menurut Koreografi

Istilah koreografi adalah suatu istilah yang digunakan untuk penyusun tari. Sedang untuk menyebut orang yang menyusun tari adalah koreografer.
Tari menurut koreografi dapat dibedakan menjadi :
  1. Tari Rakyat
  2. Tari Klasik
  3. Tari Kreasi Baru dan Modern

Tari Rakyat

Tari rakyat adalah tari yang hidup dan berkembang pada masyarakat tertentu sejak jaman primitif sampai sekarang.Ciri-ciri tari rakyat adalah :
  1. Sederhana (pakaian,rias,gerak dan ringan)
  2. Tidak mengindahkan norma-norma keindahan
  3. Memiliki kekuatan magis
Contoh tari rakyat :
  1. Lengger
  2. Tayub
  3. Orek-Orek
  4. Joget
  5. Kubrasiwa
  6. Buncis
  7. Ndulalak
  8. Sintren
  9. Angguk
  10. Rodat

Tari Klasik

Tari klasik adalah tari yang mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi dan sudah ada sejak jaman feudal.Tari ini biasanya hidup dilikgkungan keraton.
Ciri-ciri tari klasik adalah :
  1. Mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi
  2. Hidup dikalangan raja-raja
  3. Adanya standarisasi
Contoh tari klasik adalah bedaya,srimpi,lawung ageng,lawung alit dan juga karya-karya empu tari baik empu tari gaya Yogyakarta dan empu tari gaya Surakarta seperti S.Mariadi dan S.Ngaliman yang sampai sekarang masih bisa dinikmati seperti :
  1. Gathotkaca Gandrung
  2. Bondabaya
  3. Bandayuda
  4. Palguna-palgunadi
  5. Retna Tinanding
  6. Srikandi Bisma
  7. dll

Tari Kreasi Baru dan Tari Modern

Tari kreasi baru adalah tari-tariklasik yamg dikembangkan sesuai dengan perkembangan jaman dan diberi nafas Indonesia baru. Contoh tari kreasi baru adalah karya-karya dari Bagong Kusudiarjo dari padepokan Bagong Kusudiarjo dan Untung dari sanggar kembang sore dari Yogyakarta.
Contohnya adalah :
  1. Tari Kupu-Kupu
  2. Tari Merak
  3. Tari Roro Ngigel
  4. Tari Ongkek Manis
  5. Tari Manipuri
  6. Tari Roro Wilis,dll
Tari modern adalah sebuah tari yang mengungkapkan emosi manusia secara bebas atau setiap penari bebas dalam mewujudkan ekspresi emosionalnya yang tidak terikat oleh sebuah bentuk yang berstandar. Contoh tari modern adalah :
  1. Caca
  2. Break Dance
  3. Penari Latar
4. Jenis Tari Menurut Tema
    Berdasarkan tema atau isinya tari dapat dibagi menjadi empat, yaitu taru erotis, mimits dan totemmistis, heroik, dan dramatik:
   a.      Tari Erotis
Tari erotis adalah tari yang mengandung unsur tingkah laku yang menggambarkan hubungan antara pria dan wanita, jantan dan betina (hubungan asamara). Contoh : tari oleg Tanbulilingan (Bali), Gatutkaca Gandrung (Jawa),  Karonsih (Jawa), dsb.

   b.      Tari Mimits dan Totemistis
Ditinjau dari tema geraknya, terdiri dari dua jenis yaitu :
        1.      Mimits atau meniru gerak orang
       2.      Totemistis atau meniru gerak                           binatang.
Pada dasarnya, desakan daya ekspresi penari dapat terwujud karena adanya keinginan meniru gerak alam sekitar seperti gerak alam sehari-hari, gerak binatang dan sebagainnya. Dari tarian ini, timbulah topeng. Karena itulah  bentuk topeng ada yang berwajah romantis, menakutkan, ataupun sekedar bentuk wajah saja. Misalnya topeng kelono, dadak merak, barongan, ondel-ondel, dsb.


     c.       Tari Heroik
       Tari heroik atau kepahlawanan ini mempunyai sifat gagah, angkuh, berwibawa, berani, keperwiraan yang rupanya selalu dikagumiorang karena mempunyai daya tarik yang kuat. Tari heroik biasanya mengambil cerita-cerita yang berkisar pada kegagahan atau kemenangan, misalnya beksa lawung, hanuman obong, karno tanding, dsb.
    d.      Tari Dramatik
Tari ini biasanya diungkapkan dalam bentuk sendratari atau cerita wayang yang sifatnya lebih mengarah pada pengungkapan sebuah cerita yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, cerita fiksi/imajinatif, ataupun berbau kenangan historis. Contoh : wayang wong,

Senin, 29 Juli 2019

Mufid Hidayatullah no.17 MIPA 5

Pengertian Seni Tari

Seni tari adalah suatu gerakan yang berirama, dilakukan di suatu tempat dan waktu tertentu untuk mengekpresikan suatu perasaan dan menyampaikan pesan dari seseorang maupun kelompok.








Pengertian tari menurut para ahli:
A.Luar Negeri


1. Aristoteles (384-322 SM)
Filsuf Yunani bernama Aristoteles tidak hanya memiliki ketertarikan pada ilmu fisika, biologi, dan politik. Filsuf terkenal ini juga tertarik pada bidang seni, seperti puisi, teater, dan musik. Aristoteles mengartikan seni tari sebagai suatu gerak ritmis yang dapat menghadirkan karakter manusia saat mereka bertindak.
2. John Weaver (1673-1760)
Weaver merupakan seorang berkebangsaan Inggris dan dikenal sebagai master dalam tari balet, koreografer, dan bapak pantomim dalam sejarah Inggris. Menurut beliau, seni tari adalah gerak-gerak teratur yang elegan, dibentuk secara harmonis dari sikap yang elok, dan melawan postur tubuh yang anggun.
3. Curt Sachs (1881-1959)
Sachs adalah pakar musik berkebangsaan Jerman yang telah mempelajari musik sejak usia belia. Walaupun lebih dominan dalam seni musik, Sachs juga memiliki satu buku yang membahas seni tari, berjudul Word History of the Dance (1937). Menurut beliau, seni tari adalah pelafalan jiwa manusia melalui gerak berirama yang memiliki nilai estetika.
4. Judith Mackrell
Mackrell adalah seorang kritikus tari, dan juga menulis banyak artikel berkaitan dengan seni gerak tubuh ini. Dalam artikelnya yang diunggah dalam media online Britannica.com dengan judul Dance (2017), seni tari adalah gerak-gerak tubuh yang ritmis, seiring dengan musik dan dilakukan dalam sebuah ruang, dengan tujuan mengekspresikan ide atau emosi, melepaskan energy, atau hanya untuk kesenangan semata.
    5. Corrie Hartong (1906-1991)
    Pakar tari yang satu ini merupakan seorang yang lahir di Belanda, dikenal sebagai guru tari dan koreografer. Hartong memiliki sekolah tarinya sendiri bernama Rotterdam School of Dance yang didirikan pada tahun 1931. Hartong mengartikan seni tari sebagai gerak-gerak badan yang diberi nuansa ritmis dan dilakukan dalam suatu ruang.


    B.Dalam Negeri
    1.Yulianti Parani (1939)
    Parani merupakan seorang koreografer dan juga sejarawan yang lahir di Jakarta pada tahun 1939. Beliau sudah mnegenal tari balet sejak usia 11 tahun, lalu mengembangkan tari balet di Indonesia. Beliau juga mendirikan sekolah balet bernama Nritya Sundara pada tahun 1957. Seni tari, menurut Parani, adalah gerak-gerak ritmis sebagian atau seluruhnya dari tubuh yang terdiri dari pola individual atau kelompok yang disertai ekspresi atau ide-ide tertentu.

    2. Atik Soepandi (1944)
    Beliau merupakan salah satu penulis dalam bidang seni yang aktif menulis sejak tahun 1970 hingga tahun 2000. Soepandi dikenal memiliki ketertarikan dalam bidang seni daerah, khususnya musik tradisional. Pengertian seni tari menurut beliau adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak ritmis dan melodi yang indah.
    3. Bagong Kussudiarja (1928-2004)
    Beliau merupakan seorang koreografer dan pelukis yang berasal dari Indonesia. Bagong berkarir dalam bidang seni tari di tahun 1954. Beliau juga memiliki pusat latihan tari (PLT) yang didirikan di tahun 1958. Definisi seni tari menurut beliau adalah suatu seni yang berupa gerak ritmis yang menjadi alat ekspresi manusia.
    4. Enoch Atmadibrata (1927-2011)
    Pakar seni yang lahir di Garut ini merupakan salah satu seniman yang dikenal karena karya-karya koregrafinya. Beliau juga menerima penghargaan Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Republik Indonesia tahun 2003. Menurut beliau, seni tari adalah susunan sikap tubuh di dalam ruang, berlandaskan irama dan gerak.
    5.Drs. I Gede Ardika (1945)
    Beliau adalah Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada masa Kabinet Gotong Royong. Beliau memegang jabatan tersebut di tahun 2000 hingga 2011. Beliau mengartikan seni tari sebagai sesuatu yang dapat menyatukan banyak hal hingga semua orang bisa menyesuaikan diri atau menyelaraskan geraknya menurut caranya masing-masing.
    Beliau ini merupakan penulis yang aktif membuat karya tulis dalam bidang tari dan budaya. Sorells aktif menulis di tahun 1950 hingga 1966. Menurut beliau, seni tari adalah setiap mengoleng-olengkan tubuh dan anggotanya asal hal ini dilakukan dengan irama tertentu, ada yang diiringi musik dan ada yang tidak.
    6. M. Jazuli
    Menurut Jazuli, seni tari adalah gerak-gerak tubuh yang selaras dan seirama dengan bunyi music yang dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan tertentu
    7. Soedarsono 

    Beliau merupakan seniman berkebangsaan Indonesia. Beliau merupakan guru besar dalam bidang Seni dan Sejarah Budaya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada. Beliau mendefiniskan seni tari sebagai ungkapan ekspresif jiwa manusia dalam gerak-gerak yang indah dan ritmis.